Kisahtersebut sama dengan firman Allah pada Surah Sad ayat 41—44 di atas. Allah mewahyukan kepada Nabi Ayyub untuk menghentakkan kaki beliau ke tanah. Kemudian dari sana Allah pancarkan mata air yang sejuk. Nabi Ayyub pun bergegas mandi di mata air tersebut hingga sembuhlah penyakit kulit dari badan beliau. AlBaqarah: 102) Sedangkan dalam sehari-hari, penggunaan biidznillah cukup beragam, salah satunya seperti ini, "Semoga aku dapat menghadiri acara tersebut esok hari, Biidznillah.". Jika melihat contoh kalimatnya, arti dari biidznillah dan insya Allah kurang lebih sama, yaitu segala sesuatunya bergantung kepada kehendak Allah SWT. Sebab air yang dihasilkan oleh hujan tersebut dapat membantu berbagai ekosistem. Tak kalah penting, fenomena hujan adalah bagian dari proses terbentuknya air. Saat air itu jatuh ke permukaan bumi, saat itulah disebut sebagai hujan. Sebab, tidak semua air yang jatuh dapat mencapai bumi. Banyak di antaranya yang menguap begitu saja. Bukanlahan coba² bagi Dia untuk hidup kita. Sekuat apapun kita menolak dan menghindar, bila itu sudah disahkan atas hidup kita, maka bagaimanapun caranya hal itu akan tetap terjadi jua. Begitupun sebaliknya, *Karena tidak ada selembar daun pun yang jatuh tanpa seijin Allah. _Subhanallah.*_. Bahkan daun yang jatuh Masyaa Allah indahnyaaa 😊 Tidak ada yang terjadi secara kebetulan di muka bumi. Bahkan, daun yang jatuh dari rantingnya pun atas izin-Nya. rvdUhSy.

bahkan daun yang jatuh pun atas izin allah